ROBAH FREKWENSI PIKIRAN DAN HATI ANDA YANG POSITIF , MAKA ANDA PASTI SUKSES|SUMBERDAYA MANUSIA
Kita ketahui bersama bahwa dunia dan isinya adalah hamparan energi. Ada energi yang tak terlihat (invisibel) dan ada energi yang terlihat (visibel). Energi invisibel dipelajari dengan menggunakan Fisika Quantum, sedangkan energi visibel menggunakan Fisika Newton.Salah satu prinsip energi adalah energi invisibel lebih berkualitas dari energi visibel. Semakin tak terlihat, semakin kuat energi itu. Fisika Quantum menjelaskan bahwa energi visibel berasal dari energi invisibel. Sesuatu yang terlihat itu berasal dari yang tak terlihat. Itulah kenapa dalam Fisika Quantum dikenal hukum LOA (Law of Attraction) yaitu Hukum Ketertarikan. Sebagaimana yang dijelaskan Rhonda Byine dalam bukunya The Secret: dalam alam pikiran (invisibel) negatif menarik negatif dan positif menarik positif. You are what you think.
Semakin sering kita memikirkan hal-hal negatif maka semakin kuat kita menarik kejadian-kejadian negatif dalam kehidupan kita. Sebaliknya, semakin sering atau fokus kita memikirkan hal-hal positif maka kita akan menarik hal-hal positif dalam hidup kita. Ingat, dijelaskan juga dalam Fisika Quantum bahwa pikiran kita memiliki frekuensi ( vibrasi ) yang akan bertemu dengan frekuensi/vibrasi alam semesta (di luar diri kita) dan, energi mengalir ke titik fokus perhatian (sesuatu yang fokus).
Invisibel vs Invisibel
Kita sering membaca atau mendengar ujaran bahwa amal tergantung niat. Betul lah adanya. Karena niat merupakan sesuatu yang tak terlihat ( invisibel ), maka punya kekuatan besar, memiliki energi yang besar. Banyak cerita-cerita keagamaan yang memaparkan tentang keajaiban niat dan keyakinan, itu benar adanya. Tak ada yang namanya kebetulan.
Alam ini dirancang oleh Sang Maha Pencipta Alloh SWT dengan semua ketetapan hukum causalitas atau sebab-akibat ( sunnatulloh ). Jadi tak ada yang namanya kebetulan. Yang ada hanyalah kita tak memahami seperti apa mekanisme proses sebab-akibat itu terjadi. Muncullah pernyataan “sesuatu yang tak diduga-duga”. Padahal semua itu ada dalam ketetapan Illahi (sunatullah), sedangkan kita terbatas untuk memahami mekanisme dahsyat tersebut. Niat dan keyakinan itu energi invisibel.
Sekedar analogi ,Semakin kokoh sebuah bangunan, tergantung kekuatan pondasinya, dan pondasi itu tidak terlihat. Semakin tinggi menjulang sebuah pohon, tergantung kekuatan akarnya, dan akar yang merambat jauh ke dalam tanah tidak terlihat.
Perlu diketahui pula, bahwa Dzat Alloh itu invisibel. Dan semua yaqin bahwa Alloh lebih kuat, bahkan Maha Kuat, karena Dialah pembuat energi.
Sahabat training-qfi.com, salah satu energi invisibel dan sangat merugikan kita adalah emosi negatif kita dan aspek spiritual yang kosong / tidak aktif dan juga setan.Itulah kenapa kita sering kalah berperang melawan emosi negatif kita,malas menjalankan agama ditambah lagi setan setan, karena setan bisa dengan jelas melihat kita, menyerang kita dari kanan, kiri, depan dan belakang tanpa kita sadari. Kita tak bisa melihat akslerasinya. Kita sering kalah. Ya iyalah, pertarungan menjadi tak seimbang: invisibel vs visibel. Kalah dan KO terus kita sama setan. Biar pertarungan menjadi seimbang, kita harus menggunakan pertarungan invisibel vs invisibel. Jika demikian, kita bisa punya peluang menang.
Gunakanlah kekuatan invisibel kita, karena kita punya energi itu. Apa saja energi invisibel kita itu? buuuaanyak dan kuat-kuat. Energi-energi invisibel kita adalah niat yang tulus lillahita’ala (niat karena hanya Allah saja), doa, syukur, sabar, jujur, hati yang penuh cinta kasih terhadap semua makhluk dan selalu berpikir dan berperasaan positif, shalat , dzikir, puasa, zakat dan sedekah, senyum, serta ibadah-ibadah lainnya.
Pernahkah dengar nasehat bijak tentang: perang yang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu? Hawa nafsu adalah salah satu setan besar. Jika pola peperangan kita dengan hawa nafsu kita ubah dengan pola peperangan invisibel vs invisibel, kita pasti menjadi pemenang. Minimal, pertempuran jadi seimbang. Repot jugakan kalau babak belur melulu? (hehehe).
