ORANG GAGAL VS ORANG SUKSES | LEADERSHIP TRAINING
“Orang gagal” suka menuduh dan mencela orang lain. Kesalahan sendiri selalu ditutupi atau dipertahankan walaupun jelas salah.Sedangkan “Orang sukses” itu sibuk memikirkan kesalahan diri, merasa diri hamba yang hina sehina-hinanya. Dia menerima kata nista orang yang ditujukan ke atas dirinya dengan penuh berlapang dada. Dia tidak marah , sebaliknya selalu berlapang dada untuk memaafkan siapapun yang menghinanya,mencelanya.
“Orang gagal” hanya suka melepas geram dan dendam kesumat tanpa berfikir. Walau setinggi mana kedudukannya di dalam kerajaan atau masyarakat .
Tetapi umumnya di zaman sekarang yang berpendidikan dan berpengaruh, alpa menghargai kedudukan diri mereka sendiri. Cara mereka mengumbar nafsu, adalah gambaran sebenarnya diri mereka.Jadi hakikatnya mereka bodoh, walaupun lagaknya jabatannya menteri atau yang lebih tinggi dari menteri.
Inilah yang berlaku pada kebanyakan orang terpelajar saat ini.
Untuk diingat, semua, terpelajar bukan berarti dia bebas dari kejahilan. Mungkin dia terpelajar dari satu disiplin ilmu.padahal begitu luas lautan ilmu yang dia jahil / belum ketahui. Artinya ungkapan kata 'terpelajar' itu hakikatnya masih tidak benar. Seseorang yang berilmu hakikatnya dia mengetahui betapa tidak berilmunya dia.Inilah yang sepatutnya seseorang yang berilmu itu menyadari tentang dirinya yang dikatakan terpelajar. Jika sebaliknya - dengan mengaku dirinya terpelajar, berarti dia menipu dirinya sendiri.
Menjadi “orang yang sukses” berart berhati insaf dan berfikir cerdik . Tidak perlu lagi mempertahankan ego dan besar diri. Jadilah hamba yang sadar diri. Pepatah mengatakan"Siapa yang tawadhuk pasti Alloh akan mengangkatnya." Jadilah orang yang dipilih Alloh menjadi manusia yang dapat melihat yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Mohon dan berlindunglah dari menganggap yang benar itu salah dan begitu juga sebaliknya. Alangkah ruginya hidup bila kita menutup diri terhadap kebenaran.
Bukankah di ujung kekhilafan itu adalah penyesalan. Tangisan sesal itu lakukanlah sekarang. Janganlah menangis di kemudian hari. Parahnya tidak tertanggung nanti. jika mau insaf dan menyesali diri ketika ini, maka itulah yang terbaik. Bertindaklah dengan yakin walaupun yang kita yakini ini belum lagi terjadi. Jika menunggu musibah terjadi, baru anda hendak bertindak, tentulah sudah terlambat,walaupun itu harus dijalani Ambillah risiko dari apa yang anda yaqini,Meyakini kebenaran yang akan dimenangkan Alloh tidak lama lagi.
SALAM SUKSES, SEHAT, BAHAGAIA ,LUARR BIASA..ALLOOOHU AKBAR

0 komentar:
Posting Komentar