Breaking News
Loading...

SELAMAT DATANG

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Segala puji hanya bagi Alloh pencipta alam , kehidupan , dan kita semua manusia satu –satunya mahluk ciptaanNya yang paling sempurna. Sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Rosululloh Muhammad SAW.Yang mana dengan perantaraan beliau inilah kita mengenal Islam yang agung , agama yang diwahyuka Alloh untuk kesejahteraan kita semua. QFI(Quantum feeling Institute) adalah sebuah lembaga penyedia training/pelatihan,konseling dan terapis bagi perusahaan,BUMN, dan juga instansi , Sekolah Negeri maupun swasta . Lembaga ini kami dirikan untuk membekali peserta agar bisa menjalani kehidupannya dalam kondisi yang selalu di zona spiritual yang kami istilahkan di Zona Alloh ( ZA ). Dengan Training ini insyaAllah dapat membantu peserta untuk selalu optimis menggapai cita - cita hidupnya, istiqomah berdoa dan pantang putus asa meraih cita-cita. Menjadikan peserta punya rasa tanggung jawab terhadap apapun yang dikerjakannya. Bagi pemimpin (leader) akan bisa jadi pemimpin yang dicintai dan disegani bawahannya. Bagi karyawan akan mempunyai kepribadian yang paripurna sesua dengan kapasitasnya dan kapabilitasnya. Kami juga memberikan coaching spiritual,managerial,dan managemen yang berbasic spiritual. Wassalaamu alaikum worohmatulloohi wabarokatuh.. Salam kenal dan semoga menjadi mitra kami dalam berkontribusi pada sesama agar menjadi manusia yang bermanfaat.

KISAH SEORANG TUKANG SOL SEPATU

14.09


http://www.training-qfi.com


KISAH SEORANG TUKANG SOL SEPATU|TRAINING MOTIVASI


Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah Sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan Condong Catur demi menyambung hidup. Mbah Sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “Mau nonton apa saya malam ini?”, Mbah Sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi Mbah Sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.

Ketika Mbah Sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah cepat sekali. Berapa pak?”

“5000 rupiah mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah Sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“Wah mas gak ada uang pas ya?”

“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“Maaf Mas, saya nggak punya uang kembalian”

“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“Udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi Mbah Sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “Ikhlas. Insya Allah akan dapat gantinya.”

Waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat Ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“Ya Allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakMu.”

Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Saat ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah kebetulan kita ketemu disini, Pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“Loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya Allah minggu depan saya berangkat ke Prancis pak. Saya mohon doanya pak”

“Tapi ini terlalu banyak mas”

“Saya bayar sol sepatu cuma Rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”

Tuhan punya cara tersendiri dalam menolong hamba-hambaNya yang mau berusaha dalam kesulitannya. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba.

Keikhlasan akan dibalas dengan keindahan.
Kesuksesan akan menyertai keikhlasan dan rasa syukur.
 
Toggle Footer