Belive (Aqidah) Adalah Puncak Motivasi|lembaga training motivasi
Tindakan seseorang dalam segala aspek kehidupannya tidak akan pernah terlaksana tanpa adanya pendorong untuk melakukannya. Tindakan itu ada yang maksimal ada yang asal-asalan. Hal itu sangat ditentukan oleh paradigma yang dipahami oleh orang tersebut. Paradigma hidup yang diyakini seseorang sangat menentukan tindakannya. Paradigma itulah yang menjadi motivator diri (self motivation).
Banyak orang berkata, saya sudah bertindak, berikhtiar, apakah saya sudah memiliki motivasi? Ya anda telah memiliki motivasi. Tapi nanti dulu. Anda harus menganalisa dulu apakah motivasi anda sudah cukup energinya untuk meraih apa yang anda inginkan?
Singkatnya adalah semakin tinggi keinginan Anda, semakin besar pula energi yang dibutuhkan untuk meraih keingingan dan cita-cita anda.
Banyak orang yang bertindak dengan motivasi yang seolah-olah sudah full power, tapi tidak lama kemudian dia berhenti dan menyerah. Hal ini pertanda bahwa energi motivasi yang dimilki kurang atau terbatas untuk meraih apa yang ia inginkan.
Kita perhatikan fakta sehari-hari di kehidupan kita:
Pertama: ada orang yang mau berusaha mencari nafkah atau meraih cita-cita. Itu pun kebetulan kalau ada yang ngajak atau peluang yang ada di depan mata. Kalau tidak dia santai-santai saja.
Kedua: Ada orang yang seharian bekerja mulai jam 08.00 pagi, sampai jam 05.00 sore. Setelah itu istirahat nonton TV bersama keluarga sampai tertidur.
Ketiga: Ada orang yang seharian bekerja. Setelah selesai kerja seharian dia tidak berhenti, tapi terus meningkatkan kualitas diri dengan membaca, mengikuti pelatihan bahkan punya usaha-usaha bisnis tertentu.
Dari contoh di atas, bisa kita lihat bahwa, ternyata motivasi seseorang itu bertingkat-tingkat. Ada yang kuat dan ada yang lemah. Dan ini adalah sesuatu yang alami.
Tapi coba kita ingat dan pelajari sejarah perjalanan manusia di dunia ini. Kalau kita mau belajar dari sejarah, kita akan tahu dan memastikan bahwa tidak ada seseorang atau kaum atau bangsa sekalipun yang kuat motivasinya kecuali dengan motivasi aqidah (keimanan) yang dijadikan sebagai asas untuk segala tindakannya.
Bukti semua itu adalah para nabi dan rasul serta orang-orang yang mengikutinya. Hal ini bila diterapkan di dunia saat ini, justru akan berdampak luar biasa pada kehidupan seseorang dan masyarakat seluruhnya.
Kesimpulannya, hanya motivasi iman saja yang bisa mengantarkan seseorang meraih apa yang dicita-citakan. Motivasi yang lain tidak ada yang abadi dan menyesatkan.
Bagaimana meraih motivasi keimanan itu? Ikuti pelatihan dan pengembangan yang diadakan oleh http://www.training-qfi.com.
Atau undang kami. Wassalaamualaikum wr. wb.
