JADIKAN HINAAN SEBAGAI CAMBUK UNTUK BANGKIT ?|TRAINING MOTIVASI
Ide ke 1.
Ada orang bilang “Janganlah hinaan membuat kamu berhenti meraih cita-citamu”.. Tapi, jadikan sebagai bahan bakar untuk meraih cita-citamu.Buktikan bahwa kamu mampu!”
Jika seseorang mengikuti saran ini, dia akan berusaha keras untuk membuktikan kepada orang yang menghinanya. Dalam pikiran dan perasaannya yang tergambar adalah orang yang menghinanya.Setiap ingat hinaan orang tersebut geloranya bangkit yaitu ,ingin menunjukan kepada orang yang menghinanya bahwa dia bisa lebih baik .
Dulu, saya pernah mengalami hal yang sama. Berusaha keras hanya untuk membuktikan kalau saya memang lebih baik. Namun setelah dipikir-pikir, ternyata niat seperti ini tidak ada gunanya sama sekali.Walaupun punya daya dorong yang lumayan kuat bahkan menggebu – gebu.Namun ketika benar – benar tercapai dan terbalaskan “dendam” atas hinaan itu apa untungnya?...ya sebatas puas bisa balas dendam.Ini namanaya motivasi masih berdasarkan emosi negatif dan bersifat sesaat.Dan tidak berguna sama sekali walaupun meraihnya butuh waktu bertahun-tahun.
Ide ke 2.
Ada lagi orang yang termitivasi menjadi orang sukses karena untuk kebahagiaan kita sendiri, untuk kebahagiaan keluarga, orang tua, dan memberikan kontribusi kepada bangsa dan agama.
Bukankah motivasi ini jauh lebih mulia daripada hanya sekedar ingin membuktikan diri lebih baik kepada seseorang?.ini satu tingkat lebih baik daripada dendam tadi.Namun masih rancu,karena di sini masih untuk diri sendiri dan lain- lain dan agama.
Kalau hal ini terwujud,yang terjadi nanti pasti untuk diri dan keluarga.Yang lain sangat minim.Karena begitulah tabiat manusia apabila yang menjadi motivasi belum shohih.
Ide ke 3.
Ada orang yang mengejar impian dan cita-citanya bukan karena apapun melainkan satu titik yang dituju “ridlo Alloh saja”.
Yang ke 3 inilah yang tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan.Dipuja gak menyebabkan besar kepala di hina tidak menyebabkan dia surut dari cita-cita dan mebenci yang menghina.
Orang seperti ini pikirannya fokus pada cita-cita utamnya yang menjadi ultimate goalnya.Dia tdk sempat memikirkan apakah dia dipuja orang atau dihina orang.Yng tergambar dalam benaknya adalah “kalau saya sudah meraih cita-cita saya”,saya bisa berbuat banyak untuk bekal menghadap Alloh SWT.titik
Maka dari itu sobat qfi , hanya ultimate goal itulah yang mebuat kita bisa istiqomah dan selalu di zona Alloh ( za ).Bebas mengeluh kepada manusia ,bebas dari putus asa.
SALAM SUKSES,,,SEHAT,,BAHAGIA….LUAR BIASA…ALLOOOHU AKBAR

0 komentar:
Posting Komentar