Breaking News
Loading...

SELAMAT DATANG

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Segala puji hanya bagi Alloh pencipta alam , kehidupan , dan kita semua manusia satu –satunya mahluk ciptaanNya yang paling sempurna. Sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Rosululloh Muhammad SAW.Yang mana dengan perantaraan beliau inilah kita mengenal Islam yang agung , agama yang diwahyuka Alloh untuk kesejahteraan kita semua. QFI(Quantum feeling Institute) adalah sebuah lembaga penyedia training/pelatihan,konseling dan terapis bagi perusahaan,BUMN, dan juga instansi , Sekolah Negeri maupun swasta . Lembaga ini kami dirikan untuk membekali peserta agar bisa menjalani kehidupannya dalam kondisi yang selalu di zona spiritual yang kami istilahkan di Zona Alloh ( ZA ). Dengan Training ini insyaAllah dapat membantu peserta untuk selalu optimis menggapai cita - cita hidupnya, istiqomah berdoa dan pantang putus asa meraih cita-cita. Menjadikan peserta punya rasa tanggung jawab terhadap apapun yang dikerjakannya. Bagi pemimpin (leader) akan bisa jadi pemimpin yang dicintai dan disegani bawahannya. Bagi karyawan akan mempunyai kepribadian yang paripurna sesua dengan kapasitasnya dan kapabilitasnya. Kami juga memberikan coaching spiritual,managerial,dan managemen yang berbasic spiritual. Wassalaamu alaikum worohmatulloohi wabarokatuh.. Salam kenal dan semoga menjadi mitra kami dalam berkontribusi pada sesama agar menjadi manusia yang bermanfaat.

Membangun Jiwa Perintis

13.08


jiea perintis

Membangun Jiwa Perintis

         Sore itu saya silaturrohim ke rumah pak lukman (trainer QFI)  bersama teman saya membahas program QFI ke depan, hampir dua jam kami bertiga ngobrol dan diskusi, banyak hal dan pengalaman beliau yang bisa kami ambil pelajaran, beliau juga menceritakan bagaimana jatuh bangun menjalani dan bertahan di kehidupan yang keras ini. Ada satu kalimat yang masih terngiang-ngiang di diriku, beliu mengatakan dan seakan menasehati kami “kalian harus mempunyai jiwa perintis, memang sulit namun pada saatnya engaku akan menuai hasilnya”. Kalian jangan sampai menjadi jongos orang-orang kapitalis”.
        Satu kalimat yang jarang di pikirkan kebanyakan umat Islam saat ini, lebih nyaman di zona nyaman meski harus hidup di bawah dengkul bos mereka. Seorang jiwa perintis  Memang terlihat amat sulit dan berat harus memulai semua dari nol. Ditambah dengan harus berjalan sendiri karena memang tak mudah mencari kawan untuk membangun  dan merintis sesuatu yang besar.
        Kalau boleh mengibartakan ya kita lihat akar pohon itu, yang tumbuh mengajarkan bagaimana pentingnya tegar nan penuh keberanian. Sebagai seorang perintis, ia akan tetap hidup meski berada di tempat yang gersang sekalipun.Jiwa perintis inilah yang seharusnya dimiliki oleh kita sebagai manusia yang di ciptakkan paling  sempurna di antara ribuan makhluk. Sebagai hamba yang diciptakan oleh Rabb-Nya sebagai khalifah di muka bumi, Maka menancapkan semangat siap memberikan hembusan kalimat Illahi di hamparan tanah manapun, akan menjadikan dirinya mampu mencapai sebuah kesejahteraan rindangnya pepohonan yang mengubah gurun tandus menjadi kebun buah yang rindang lagi menyegarkan.
          Semangat perintis ini pula yang menjadikan akar mampu menembus  batu yang keras sekalipun, menerobos celah-celah bebatuan bahkan hingga disela-sela tanah yang nantinya jadi pembuka jalan bagi langkah para penerusnya. Ia tak peduli dari golongan mana nantinya yang menjadikan daerah itu tumbuh subur.
          Keberanian diri mempelopori kebenaran di tengah lingkungan yang gersang nan tandus dengan langkah ketegasan Illahi inilah yang akan merubah sebuah tatanan sebusuk apapun. Karena sinar cahaya Illahi dalam resapan akar, akan selalu bisa menghancurkan bebatuan sekeras karang sekalipun. Namun tentu itu harus dimulai dari kecil satu batang akar yang semakin membesar berkoloni dan setapak demi setapak secara bertahap mengubah tanaman menjadi sebuah tempat yang rindang yang dengan itu banyak orang berteduh di bawahnya.
           Karenanya, ketika tidak ada orang yang berani mengungkapkan suatu kebenaran, maka tugas kita lah yang terdepan untuk berani mengatakan kebenaran itu. Dengan seutas demi seutas, akar pun mampu memecah batu yang keras itu. Dan setahap demi setahap, dengan kesabaran dalam menyampaikan risalah Nya, manusia juga akan mampu menghancurkan gunung karang kedhaliman dan kelaliman. Sebesar apapun kezaliman itu. dan terus menebar kemanfaatan bagi orang lain
           Dan seorang yang berjiwa perintis akan selalu mampu menciptakan kreatifitas dan inovasi dalam perjuangannya. Sebagaimana muhammad al Fatih , sang penakluk konstatinopel. Ia mampu membangun semangat  kaum muslim untuk berjuang  demi menyebarka Islam hingga ke penjuru eropa sekalipun. Tak kenal kata menyerah meski kegagalan terus ada hingga Konstatinopel pun takluk di genggamanya. Mengukir sejarah merubah dunia. Maka tumbuhkanlah jiwa perintis akar dalam diri kita, jangan hanya berperan sebagai peramai serta penyemarak di belantara kehidupan ini.



salam “sukses, sehat bahagia luar biasa Allooohu akbar” quantum feeeling institute

by; arriy farouq

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer