Breaking News
Loading...

SELAMAT DATANG

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Segala puji hanya bagi Alloh pencipta alam , kehidupan , dan kita semua manusia satu –satunya mahluk ciptaanNya yang paling sempurna. Sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Rosululloh Muhammad SAW.Yang mana dengan perantaraan beliau inilah kita mengenal Islam yang agung , agama yang diwahyuka Alloh untuk kesejahteraan kita semua. QFI(Quantum feeling Institute) adalah sebuah lembaga penyedia training/pelatihan,konseling dan terapis bagi perusahaan,BUMN, dan juga instansi , Sekolah Negeri maupun swasta . Lembaga ini kami dirikan untuk membekali peserta agar bisa menjalani kehidupannya dalam kondisi yang selalu di zona spiritual yang kami istilahkan di Zona Alloh ( ZA ). Dengan Training ini insyaAllah dapat membantu peserta untuk selalu optimis menggapai cita - cita hidupnya, istiqomah berdoa dan pantang putus asa meraih cita-cita. Menjadikan peserta punya rasa tanggung jawab terhadap apapun yang dikerjakannya. Bagi pemimpin (leader) akan bisa jadi pemimpin yang dicintai dan disegani bawahannya. Bagi karyawan akan mempunyai kepribadian yang paripurna sesua dengan kapasitasnya dan kapabilitasnya. Kami juga memberikan coaching spiritual,managerial,dan managemen yang berbasic spiritual. Wassalaamu alaikum worohmatulloohi wabarokatuh.. Salam kenal dan semoga menjadi mitra kami dalam berkontribusi pada sesama agar menjadi manusia yang bermanfaat.

Pelari marathon

06.38




marathon kehidupan

Pelari marathon|Training otivasi


      Hidup itu seperti lari marathon. napas kita tak akan kuat jika terus berlari kencang. diri kita tidak akan sanggup untuk terus menerus berlari mengejar semua tujuan dan impian. Manusia dilahirkan bukan sebagai robot yang terus bekerja tanpa beristirahat.
Sprint hanya dibutuhkan untuk medan yang pendek, sedangkan kehidupan itu sendiri, sungguh panjang. Meski kita tak akan mampu menerka kapan kita dipanggil menghadap-Nya, secara kasar kita bisa menghitung rata2 hidup manusia. Menurut survei  umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, dan memang usia manusia itu ya rata-rata sekitar itu.
      Lalu panjangkah usia manusia itu? Relatif. Jika dilihat dari kehidupan yang sesungguhnya yaitu kekekalan alam akhirat atau bila di sandingkan dengan usia bumi yang sudah milyaran atau trilyunan tahun, pastilah seperti serpihan debu di Padang Sahara. Tetapi, jika dilihat dari siklus hidup seekor nyamuk yang hanya beberapa hari, enam puluh tahun itu sungguh lama! Jadi relatif bukan.
Namun kita memakai ukuran manusia rata-rata saja 60 tahun!
      Itu waktu yang relatif lama. Sebuah perjalanan yang panjang harus dan akan kita lewati. Jika diibaratkan berlari maka tentunya ia lebih mirip lomba lari marathon. Bagaimanakah trik seorang atlet marathon untuk bisa mencapai garis finish atau bahkan berhasil memenangkan pertandingan?

Pertama,kita  haruslah mengerti, kemana tujuan kita berlari. Lucu sekali jika seorang atlet marathon tak memahami di mana akhir lintasannya. Pandangan yang jauh ke depan, ke titik finish, akan membuat kita hidup dengan terarah, tidak berbelok kesana kemari, yang tentunya akan menghabiskan sekian banyak waktu kita secara percuma.

Kedua, harus senantiasa berlari, dengan tenaga yang terukur sesuai porsi. Tidak terlampau cepat sehingga tenaga akan terkuras habis di tengah perjalanan, tetapi juga jangan terlalu pelan sehingga kiia akan tersalip para pesaing. Jadi seperti itu pula hidup kita . Jika kita terlalu berlebih-lebihan dalam segala sesuatu, bisa dipastikan kita akan terjatuh kehabisan tenaga. Jadi Lakukan sesuatu dengan takaran yang pasti.

Ketiga, lakukan apa yang harus kita lakukan secara rutin untuk mencapai tujuan. Seorang pelari maraton sudah tahu pasti, bahwa yang harus ia lakukan adalah lari, lari dan lari. Tak perlu ia membuat gerakan aneh, seperti salto, atau senam di tengah-tengah medan. Selain akan boros waktu, juga boros tenaga. Betapa dalam kehidupan, kita juga sering sekali melakukan 'salto-salto' kehidupan yang membuang energi secara percuma.

Keempat, bersabar dan kalahkan  rasa bosan. Melintasi medan sejauh 60-an KM tentu tak sekadar panjang dan melelahkan, tetapi juga membosankan. Inilah titik kritis yang harus bisa di lewati oleh para pejuang. Kita sebagai Seorang muslim diperintahkan untuk sabar dan istiqomah. Amalan yang disukai Allah pun adalah amalan yang rutin, meskipun sedikit. Maka, mari coba bertekun dalam proses. Apa yang kita lakukan, sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi bukit bahkan membesar menjadi gunung. Dan, capaian prestasi, sungguh berawal dari rutinitas. prestasi adalah kebiasaan yang berjodoh dengan momentum. Kejuaraan, perlombaan, adalah momentum itu. Sedangkan kebiasaan positif kita, adalah yang akan menjadikan kita penangkap momentum itu.

Jadi sobat QFI, mari kita menjadi seorang pelari maraton yang kuat dan tangguh. Menjadi Maraton kehidupan hingga sampai ke tujuan dari hidup kita!

Salam sukses sehat bahagia luarrr biasa Allooohu akabarr 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer