HUKUM ALAM ( SUNNATULLOH) YANG HARUS DIPEGANG TEGUH BAGI PENGEJAR IMPIAN HIDUPNYA|Tarining motivasi ( BAGIAN IV )
4. Memperhatikan hukum alam dan aturan kehidupan.
Orang yang berusaha untuk mewujudkan impian / cita2nya harus mengaitkan sebab dengan akibatnya. Tidak boleh hilang dari benaknya kesadaran bahwa usahanya tersebut harus selalu sesuai dan sejalan dengan hukum alam ( sunnatulloh ) dan aturan kehidupan. Artinya, usahanya harus selaras dengan tolok ukur-tolok ukur fisik yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta alam, manusia, dan kehidupan. Apabila manusia keluar dari tolok ukur yang bersifat fisik ini, ia tidak mungkin, bahkan mustahil, bisa mewujudkan impiannya bagaimanapun pengaitan sebab dan akibat itu dilakukan serta kekuatan-kekuatannya sebagai manusia yang berakal dikerahkan.
Sebagai contoh, sebab kematian adalah datangnya ajal. Datangnya ajal adalah dari Allah, Zat Yang berada di balik alam ini. tidak mungkin manusia bisa menghidupkan orang yang sudah mati, bagaimanapun kerasnya upaya yang dikerahkannya. Mewujudkan tujuan semacam ini adalah usaha yang sia-sia. Begitu juga halnya dengan orang yang mencari pertolongan atau kemenangan di medan perang, dia wajib mempersiapkan segenap kekuatan, bukan malah membaca kitab Shahîh al-Bukhârî sebagai perlindungan. Sebab, peperangan adalah pertarungan antar kekuatan fisik, bukan antar kekuatan pemikiran. Orang yang ingin menuntut ilmu tidak boleh mencari ilmu melalui usaha mencari harta. Orang yang ingin menjadi seorang memahami agama tidak boleh mcr ke-ilmuan-nya dengan mempelajari ilmu tentang molekul. Orang yang ingin sembuh luka-luka di perutnya tidak mungkin bisa sembuh dengan hanya membaca surat al-Fatihah saja, tetapi ia harus menjalani proses pengobatan luka melalui seorang spesialis. Begitulah Empat perkara yang telah kami paparkan adalah perkara-perkara yang bersifat rasional (‘aqlî) dalam upaya menjalankan aktivitas dan meraih impian /cita-cita.
Semoga empat episode pembahasan kami bisa menginpirasi sahabat qfi .com.
Salam sukses,sehat ,bahagia..luarr biasa Allooohu akbar
Sebagai contoh, sebab kematian adalah datangnya ajal. Datangnya ajal adalah dari Allah, Zat Yang berada di balik alam ini. tidak mungkin manusia bisa menghidupkan orang yang sudah mati, bagaimanapun kerasnya upaya yang dikerahkannya. Mewujudkan tujuan semacam ini adalah usaha yang sia-sia. Begitu juga halnya dengan orang yang mencari pertolongan atau kemenangan di medan perang, dia wajib mempersiapkan segenap kekuatan, bukan malah membaca kitab Shahîh al-Bukhârî sebagai perlindungan. Sebab, peperangan adalah pertarungan antar kekuatan fisik, bukan antar kekuatan pemikiran. Orang yang ingin menuntut ilmu tidak boleh mencari ilmu melalui usaha mencari harta. Orang yang ingin menjadi seorang memahami agama tidak boleh mcr ke-ilmuan-nya dengan mempelajari ilmu tentang molekul. Orang yang ingin sembuh luka-luka di perutnya tidak mungkin bisa sembuh dengan hanya membaca surat al-Fatihah saja, tetapi ia harus menjalani proses pengobatan luka melalui seorang spesialis. Begitulah Empat perkara yang telah kami paparkan adalah perkara-perkara yang bersifat rasional (‘aqlî) dalam upaya menjalankan aktivitas dan meraih impian /cita-cita.
Semoga empat episode pembahasan kami bisa menginpirasi sahabat qfi .com.
Salam sukses,sehat ,bahagia..luarr biasa Allooohu akbar

0 komentar:
Posting Komentar