FOKUS PADA CITA - CITA ( DREAM ),MEMASTIKAN TERCAPAINYA CITA - CITA TERSEBUT ASAL....|TRAINING MOTIVASI KARYAWAN
Kita bersyukur 10 tahun terakhir di negeri ini menjamur pelatihan - pelatihan berbentuk motivasi yang mengajarkan betapa pentingnya menentukan dream ( impian /cita2 ), pengaruh dari belief ( keyakinan ).Namun kalau kita kritisi , benarkah setiap peserta yang telah mengikuti pelatihan tersebut pasti bisa mencapai apa yang dicita - citakan dengan keyakinan yang dimiliki setelah pelatihan ?.Saya yaqin semua sepakat jawabannya adalah tidak semua...bisa mencapainya. bahkan prosentase yang bisa mencapai dengan yang belum atau bahkan tidak bisa lebih banyak daripada yang bisa mencapainya.Pertanyaan selanjutnya , kenapa semua itu terjadi ?,apa atau siapa yang salah ?...
Sobat yang budiman saya kira dari semua materi yang disampaikan dalam pelatihan tidak ada yang salah ,setidaknya tidak ada materi yang bertentangan dengan hukum alam (sunnatulloh ) . Begitu juga yang menyampaikan maupun pesertanya.Lalu kenapa tidak semua yang telah mengikuti pelatihan dan mengamalkan, bisa meraih apa yang dicita2kan ?.ada beberapa hal yang harus kita cermati :
1.Masalah fokus pada impian
Memang tidak terbantahkan bahwa fokus pada impian / cita -cita adalah salah satu modal untuk meraih cita - cita.Apalagi setelah ditemukannya cara kerja pikiran seperti mekanisme servo dalam peluru kendali.Bila fikiran telah dikunci ke suatu arah , pasti cepat atau lambat akan sampai pada sasaran yang telah dikunci tersebut.Hanya saja faktanya , fikiran klo hanya dikunci hanya pada masalah2 materi maka klo toh bisa tercapai , akan mengalami kehampaan, bahkan mengalami kejenuhan.Lebih parah lagi klo fokus pada materi tersebut tidak / belum tercapai maka akan menimbulkan stress bahkan gila karenanya
2.Masalah belief ( keyakinan )
Di setiap pelatihan motivasi ,tidak lupa pula selalu dibahas tentang belief(keyakianan ) yang menjelaskan ,betapa dahsyatnya kekuatan belief dalam mendorong tercapainya cita - cita / impian.di sini perlu saya tambahkan bahwa pada faktanya belief itu ada 2 ,pertama belief terkait dengan keImanan, ke dua terkait dengan cita - cita. Orang Yakin tentang adanya Sang pencipta ,itu berarti keimanan,orang yakin bahwa dia pasti bisa bikin rumah mewah..itu berarti cita - cita .Dari sini saya menyaksikan klo orang bisa mencapai cita2 tanpa keimanan,akan berbahaya.
jadi klo ingin punya rumah mewah...it ok,pertanyaannya ,klo sudah bisa bikin rumah mewah..untuk apa ?.bagi orang yang sdh punya belief keimanan ,dia pasti jawab,"apapun yang saya inginkan ,semua dalam rangkai menggapai ridlo Alloh"..inilah keyakinan yang belum pernah ada tandingannya sepanjang sejarah manusia.
3.Tentang paradigma bahagia
Begitu juga tentang definisi bahagia...harus jelas...jangan berspekulasi, apalagi diserahkan pada masing2 orang.Bahagia itu terkait dengan rasa di dalam hati / jiwa.Yang bikin rasa/hati itu adalah Alloh Sang pencipta Azza wajalla.Maka selama mendefinisikan atau memaknai bahagia itu menurut pendapat manusia atau teorinya manusia (mis : menurut adam smith },tidak akan pernah menemukan bahagia yang dimaksud.Tapi kalau bahagia menurut Alloh Sang pencipta pasti pas dengan kodrat / fitrah manusia.Kalau diamalkan pasti bahagia beneran dunia akhirat .Bahagia menurut Alloh adalah dengan TAQWA.
Kesimpulannya : Fokus itu penting dan harus ,tapi harus disertai keyakinan yang berdasarkan keimanan sehingga materi yang didapat semakin membawa berkah dan menimbulkan perasaan bahagia yang hakiki.Dan TERUSSSS fokus,semangaat...Alloh pasti mengabulkan keinginan kita.
