Breaking News
Loading...

SELAMAT DATANG

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Segala puji hanya bagi Alloh pencipta alam , kehidupan , dan kita semua manusia satu –satunya mahluk ciptaanNya yang paling sempurna. Sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Rosululloh Muhammad SAW.Yang mana dengan perantaraan beliau inilah kita mengenal Islam yang agung , agama yang diwahyuka Alloh untuk kesejahteraan kita semua. QFI(Quantum feeling Institute) adalah sebuah lembaga penyedia training/pelatihan,konseling dan terapis bagi perusahaan,BUMN, dan juga instansi , Sekolah Negeri maupun swasta . Lembaga ini kami dirikan untuk membekali peserta agar bisa menjalani kehidupannya dalam kondisi yang selalu di zona spiritual yang kami istilahkan di Zona Alloh ( ZA ). Dengan Training ini insyaAllah dapat membantu peserta untuk selalu optimis menggapai cita - cita hidupnya, istiqomah berdoa dan pantang putus asa meraih cita-cita. Menjadikan peserta punya rasa tanggung jawab terhadap apapun yang dikerjakannya. Bagi pemimpin (leader) akan bisa jadi pemimpin yang dicintai dan disegani bawahannya. Bagi karyawan akan mempunyai kepribadian yang paripurna sesua dengan kapasitasnya dan kapabilitasnya. Kami juga memberikan coaching spiritual,managerial,dan managemen yang berbasic spiritual. Wassalaamu alaikum worohmatulloohi wabarokatuh.. Salam kenal dan semoga menjadi mitra kami dalam berkontribusi pada sesama agar menjadi manusia yang bermanfaat.

HINDARI SIFAT KEPITING

16.45
http://www.training-qfi.com/

 

HINDARI SIFAT KEPITING|PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.

Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah.

Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.

Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.

Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.

Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar.

Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun… dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.

Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

Begitu pula dalam kehidupan ini…

tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.

Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener.

Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.

Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.

Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.

Pertanda seseorang adalah ‘kepiting’:

1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak

2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan

3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.

..Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yah… dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya…

Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.

 
Toggle Footer